”Ketika Illusory Of Truth Effect Bergeser Menjadi Perangkat Kritik Historiografi”
Membaca uraian terakhir dari postingan Bojonegoro Archive membuat saya tertarik untuk mencoba memberikan pembacaan. Uraian 20 lembar berisi kritik dengan mekanisme pendekatan metodologis menjadi kekuatan untuk membawa informasi sejarah dalam lorong historiografi. Karena bagaimanapun, dalam ilmu sejarah, metodologi sering kali lebih penting ketimbang kesimpulan itu sendiri. Dalam rantai argumentasinya, Bojonegoro Archive seakan mengajak pegiat dan…


